Pendanaan Startup Asia Tenggara Melonjak 176% Jadi $13,5 Miliar, Singapura Kuasai 94%
Web:Tracxn
Angka besarnya terlihat seperti tanda pemulihan. Begitu dibedah, hampir setiap dolar ternyata mengalir ke satu negara, dan lebih dari separuhnya hanya ke tiga kesepakatan.
Pendanaan startup teknologi di Asia Tenggara mencapai $13,5 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026, melonjak 176 persen dari $4,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Data itu berasal dari laporan SEA Tech 9M 2026 yang dirilis platform intelijen pasar Tracxn dan diberitakan TNGlobal pada Senin (5/10/2026). Di balik lonjakan itu, jumlah putaran pendanaan justru turun 28 persen menjadi 189 transaksi.
Tiga Kesepakatan Raksasa Sumbang $7,3 Miliar
Pertumbuhan tahun ini nyaris sepenuhnya ditopang oleh segelintir transaksi jumbo. Tiga putaran terbesar bernilai total $7,3 miliar, setara 54 persen dari seluruh pendanaan sembilan bulan dan 85 persen dari kenaikan tahunannya.
Operator pusat data asal Singapura, DayOne, menyumbang dua di antaranya: putaran $2 miliar pada Januari dan Seri C senilai $2,5 miliar pada Juni. Satu lagi datang dari Kling AI, perusahaan pembuat video berbasis AI yang terdaftar di Singapura, lewat Seri D senilai $2,8 miliar pada Juli.
Tahap Akhir Membesar, Tahap Awal Mengecil
Distribusi per tahap memperlihatkan jurang yang lebar. Pendanaan tahap akhir, yang mencakup Seri C ke atas, private equity, dan pra-IPO, naik lebih dari tiga kali lipat dari $3,1 miliar menjadi $10,2 miliar.
Putaran Seri A dan B hanya mengumpulkan $3 miliar dari 80 transaksi. Tahap paling awal, seed dan angel, mencatat $270 juta dari 90 kesepakatan.
Artinya, uang berlimpah untuk perusahaan yang sudah besar, sementara startup tahap awal masih harus berebut porsi yang relatif kecil.
Pusat Data dan Video AI Jadi Magnet
Infrastruktur pusat data menjadi sektor dengan pendanaan terbesar, yakni $4,7 miliar atau 35 persen dari total. Alat pembuatan video menyusul di posisi kedua dengan $2,8 miliar, angka yang sepenuhnya berasal dari Kling AI.
Sektor pembayaran, robot layanan profesional, dan robotika industri melengkapi lima besar.
Singapura 94 Persen, Jakarta Barat di Posisi Dua
Singapura menyerap $12,4 miliar atau 94 persen dari total pendanaan kawasan, naik dari 90 persen tahun lalu. Dominasi ini membuat kota lain terlihat kecil.
Jakarta Barat menempati posisi kedua di tingkat kota dengan pendanaan $270 juta, mengungguli Bangkok, Kuala Lumpur, dan Taguig di Filipina yang masing-masing mengumpulkan kurang dari $130 juta.
Bagi Indonesia, posisi itu memberi sinyal campuran. Jakarta Barat masih menjadi pusat startup terbesar kedua di kawasan, tetapi jaraknya dengan Singapura mencapai lebih dari $12 miliar.
Hanya Satu Unikorn Baru
Sepanjang Januari–September 2026, hanya satu startup yang naik status menjadi unikorn, yaitu platform cashback ShopBack. Tahun lalu, pada periode yang sama, ada tiga unikorn baru.
Jalur exit sedikit lebih ramai. Sebanyak 10 perusahaan teknologi melantai di bursa lewat IPO. Dua akuisisi terbesar adalah pembelian ST Telemedia Global Data Centres oleh KKR dan Singtel senilai $5,2 miliar, serta akuisisi platform paylater Atome oleh Grab senilai $1,5 miliar.
Pemulihan atau Ilusi Statistik?
Lonjakan 176 persen itu sah secara angka, tetapi distribusinya menunjukkan pasar yang sangat selektif. Investor menaruh uang besar pada infrastruktur AI dan pusat data, sementara jumlah transaksi terus menyusut.
Kuartal keempat akan menjadi ujian. Tanpa kesepakatan sebesar DayOne atau Kling AI, apakah angka pendanaan Asia Tenggara bisa bertahan di level ini, atau kembali ke kisaran tahun lalu begitu efek tiga transaksi jumbo memudar?
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.