CompileDaily
IHSG

IHSG Berbalik Melemah 0,49% ke 6.001 usai Dibuka Hijau, Level 6.000 Kembali Diuji

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Kenaikan 7 poin di menit pertama ternyata hanya bertahan belasan menit—cukup untuk menunjukkan betapa rapuhnya pasar sehari setelah kehilangan lebih dari 115 poin.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 7,73 poin atau 0,13 persen ke level 6.039,01 pada Jumat (9/10/2026), lalu berbalik arah. Sekitar pukul 09.13 WIB, indeks sudah tergelincir 0,49 persen ke 6.001,71, hanya sejengkal di atas level psikologis 6.000. Data RTI Business yang dikutip detikFinance mencatat 398 saham turun, 168 naik, dan 163 stagnan, dengan nilai transaksi Rp1,09 triliun dari 6,06 miliar saham.

Sisa Luka dari Kamis yang Ditutup di Level Terendah

Tekanan pagi ini datang dari sesi sebelumnya. Kamis (8/10/2026), IHSG sempat menyentuh 6.179,09 sebelum ambruk 115,44 poin atau 1,88 persen dan ditutup di 6.031,28, persis di titik terendah hariannya. Sebanyak 497 saham melemah, jauh melampaui 171 saham yang menguat.

Rentang perdagangan awal hari ini, 5.995,82–6.049,21 menurut Liputan6, memperlihatkan indeks sempat menembus ke bawah 6.000 sebelum memantul tipis. Sektor energi menjadi yang paling berat dengan koreksi 1,43 persen, disusul transportasi dan infrastruktur. Hanya sektor keuangan dan kesehatan yang bertahan di zona hijau.

Asing Lepas Rp867 Miliar, BBRI dan BMRI Paling Banyak Dijual

Investor asing mencatat jual bersih Rp867,27 miliar pada Kamis. Rincian InvestorTrust menunjukkan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi sasaran utama dengan net sell Rp207,29 miliar, diikuti Bank Mandiri (BMRI) Rp189,88 miliar dan Amman Mineral (AMMN) Rp64,01 miliar.

Arus keluar itu bukan kejadian sehari. Sepanjang 2026, asing sudah membukukan jual bersih Rp85,03 triliun di pasar modal Indonesia. IHSG sendiri terkoreksi 8,12 persen dalam sebulan terakhir dan 30,49 persen sejak awal tahun.

Saham Lapis Kedua Melawan Arus

Di tengah indeks yang goyah, beberapa saham lapis kedua justru melanjutkan reli. ARII melonjak 19,47 persen ke Rp540 pada pembukaan, SAFE naik 17,68 persen ke Rp1.070, dan ESTI menguat 10,98 persen ke Rp182. ARII dan SAFE sebelumnya sudah menyentuh batas auto reject atas pada Kamis.

Lihat Layanan Kami

Dari jajaran saham besar, Bisnis.com mencatat BBRI sempat naik 0,66 persen ke Rp3.050 dan TLKM menguat 1,77 persen ke Rp2.300 di awal sesi. Kenaikan itu belum cukup menahan indeks.

Risalah FOMC dan Logam Jadi Beban

Sentimen global masih condong negatif. Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September memperlihatkan mayoritas pejabat The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, faktor yang disebut analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda sebagai pemicu aksi jual Kamis. CGS International Sekuritas Indonesia menambahkan pelemahan Wall Street, koreksi harga timah, nikel, dan tembaga, serta jual bersih asing sebagai beban, meski kenaikan harga minyak, CPO, dan emas bisa menopang sebagian saham.

Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen September turun tipis ke 118,1 dari 118,5. Pasar kini menanti data penjualan ritel Agustus.

Analis Pasang Support di Kisaran 5.950–6.000

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebut 6.000 sebagai benteng penting hari ini. "IHSG berpotensi tes support kuat di 6000, dan jika kuat di level tersebut berpotensi kembali rebound," ujarnya seperti dikutip StockWatch. Ia memasang support 5.950–6.000 dan resistance 6.070–6.120.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memetakan support di 6.018 dan 5.973, dengan resistance 6.297 dan 6.376. Dalam skenario terbaiknya, IHSG masih berpeluang menguji area gap 6.227–6.231. Namun jika 5.973 jebol, ia melihat ruang koreksi lanjutan ke 5.850–5.911. CGS International memberi batas bawah lebih dalam di 5.930 dan 5.830.

Pergerakan IHSG dua hari terakhir bisa dibandingkan dengan pembukaan Kamis yang juga dibayangi risalah FOMC serta reli awal pekan yang dipimpin GOTO.

Ujian sebenarnya ada di penutupan sesi I dan sore nanti: apakah 6.000 bertahan sebagai lantai menjelang akhir pekan, atau pasar memilih membuka pekan depan dari level 5.900-an.

Artikel ini bersifat informasi dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.