IHSG Dibuka Naik 0,33% ke 6.139, GOTO Melesat 6,9% Meski Analis Masih Waspadai Koreksi
Web:Stockbit
Saham yang kemarin paling banyak dilepas investor asing justru memimpin reli pagi ini, dan pada saat yang sama sejumlah analis teknikal masih menggambar garis koreksi di bawah level 6.000.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 20,27 poin atau 0,33 persen ke level 6.139,13 pada perdagangan Selasa (6/10/2026), melanjutkan kenaikan 1,36 persen pada hari sebelumnya. Di awal sesi, 280 saham naik, 162 turun, dan 232 stagnan dengan nilai transaksi Rp621 miliar. Penguatan itu sempat menipis: pada pukul 09.05 WIB indeks berada di 6.130, atau naik 0,19 persen.
GOTO Pimpin Penguatan, Sektor Teknologi Naik 2,11 Persen
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melonjak 6,90 persen ke Rp31 per saham pada pembukaan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 1,12 persen ke Rp180, sementara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 1,18 persen ke Rp860.
Lonjakan GOTO mengangkat sektor teknologi 2,11 persen, tertinggi di antara sektor lain. Sektor industri menyusul dengan kenaikan 0,59 persen. Di sisi bawah, sektor infrastruktur turun 0,19 persen dan properti melemah tipis 0,02 persen. Indeks LQ45 bergerak naik 0,48 persen ke 606,65.
Senin Ditutup Naik 1,36 Persen, Asing Masih Jual Bersih
IHSG menutup perdagangan Senin (5/10/2026) di 6.118,86, naik 81,97 poin. Sebanyak 704 saham menguat dan hanya 290 yang melemah. Kenaikan itu tidak ditopang dana asing, yang tercatat membukukan jual bersih sekitar Rp123 miliar di pasar reguler.
GOTO menjadi saham yang paling banyak dilepas asing kemarin, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net sell Rp71,2 miliar. Arah sebaliknya terjadi pada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), yang mencatat beli bersih asing Rp86,8 miliar.
Tekanan asing ini kelanjutan dari bulan lalu. Sepanjang September 2026 IHSG anjlok 6,96 persen, dengan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp10,24 triliun.
Data Kerja AS Lemah, Imbal Hasil Treasury Masih Tinggi
Dari luar negeri, pasar menangkap sinyal yang lebih dovish dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Data ketenagakerjaan AS hanya mencatat tambahan 29 ribu pekerjaan, jauh di bawah perkiraan 90 ribu, sementara tingkat pengangguran naik ke 4,2 persen.
Tetapi imbal hasil obligasi pemerintah AS belum ikut turun. Yield Treasury tenor 10 tahun berada di 5,307 persen dan tenor 30 tahun di 5,661 persen, level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Rupiah pagi ini berada di Rp17.895 per dolar AS.
Dari dalam negeri, pemerintah menyiapkan stimulus Rp31 triliun untuk kuartal IV 2026 hingga awal 2027. Dua pos terbesarnya adalah bantuan beras Rp17,5 triliun dan bantuan subsidi upah Rp12 triliun.
Analis Terbelah antara Lanjut Naik dan Koreksi
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, belum melihat tren naik yang kokoh. Ia memasang support di 5.949 dan 5.872, dengan resistance di 6.187 dan 6.297.
"Posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y), cermati area koreksi yang dapat kami perkirakan di rentang 5.850-5.911," kata Herditya.
Phintraco Sekuritas lebih optimistis. Karena IHSG ditutup di atas rata-rata pergerakan lima hari (MA5), indeks dinilai berpeluang menguji rentang 6.150–6.200 hari ini. CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks bergerak variatif dengan penguatan terbatas, dengan support 6.055 dan 5.979 serta resistance 6.187 dan 6.253. Mereka menyebut jual bersih asing yang berlanjut sebagai salah satu penahan.
Risalah FOMC Jadi Ujian Berikutnya
Level 6.187 muncul sebagai resistance terdekat dalam proyeksi MNC Sekuritas maupun CGS International. Pasar kini menunggu risalah rapat FOMC yang dijadwalkan rilis 7 Oktober waktu AS, ditambah pidato Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda dan data neraca perdagangan AS. Pertanyaannya, apakah investor asing ikut kembali masuk atau reli ini lagi-lagi hanya ditopang pembeli domestik.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.