IHSG Dibuka Naik 0,13% ke 6.154, Digoyang Risalah FOMC Hawkish dan Net Sell Asing
Hijau di menit pertama belum tentu bertahan sampai menit ketiga. Itu yang dialami IHSG pagi ini, ketika pasar harus mencerna dua kabar kurang sedap sekaligus: risalah bank sentral AS yang condong ke kenaikan bunga dan aksi jual asing hampir Rp900 miliar sehari sebelumnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 8,25 poin atau 0,13 persen ke level 6.154,97 pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Data pembukaan ini dilaporkan CNBC Indonesia dan ANTARA, yang juga mencatat indeks LQ45 naik 0,17 persen ke 606,76. Dalam tiga menit pertama, IHSG bergerak di rentang 6.137–6.162 dan sempat tergelincir ke zona merah.
Sempat Merah, Lalu Kembali ke 6.158
Menurut catatan Liputan6, indeks sempat turun ke 6.137,66 pada pukul 09.02 WIB sebelum berbalik ke 6.158,68 dua menit kemudian. Bloomberg Technoz mencatat IHSG sudah berada di 6.171 pada pukul 09.08 WIB, naik 24,59 poin dari penutupan kemarin.
Hingga pukul 09.04 WIB, nilai transaksi mencapai Rp711 miliar dengan volume 3,3 miliar saham. Sebanyak 250 saham menguat, 249 melemah, dan 241 stagnan. Sektor transportasi memimpin dengan kenaikan 0,63 persen, disusul sektor barang konsumen nonprimer 0,48 persen, sementara teknologi dan kesehatan menjadi dua sektor yang melemah.
AMRT dan ASII Naik, AADI dan ANTM Tertekan
Di jajaran LQ45, data awal sesi yang dihimpun Bisnis.com menempatkan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) di depan dengan kenaikan 1,22 persen ke Rp1.240. Darma Henwa (DEWA) naik 1,12 persen ke Rp362 dan Astra International (ASII) menguat 1,05 persen ke Rp4.830.
Saham tambang dan perbankan justru tertahan. Adaro Andalan Indonesia (AADI) turun 2,07 persen ke Rp11.850, Aneka Tambang (ANTM) terkoreksi 1,55 persen ke Rp3.180, dan Bank Mandiri (BMRI) turun 0,73 persen ke Rp4.070.
Asing Lepas Rp871 Miliar, BBCA Paling Banyak Dijual
Tekanan pagi ini merupakan kelanjutan dari sesi Rabu (7/10/2026), ketika IHSG ditutup melemah 0,75 persen ke 6.146,72 dan mengakhiri penguatan dua hari beruntun. Investor asing mencatat jual bersih Rp871,36 miliar di seluruh pasar, dengan Rp828,65 miliar di antaranya terjadi di pasar reguler. Kontan mencatat angka net sell yang sama.
Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai Rp299,69 miliar, diikuti GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) Rp147,37 miliar dan Bumi Resources (BUMI) Rp41,48 miliar.
Risalah The Fed dan Yield Treasury Tertinggi sejak 2002
Sentimen global datang dari risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September yang dirilis dini hari tadi. Riset BRI Danareksa Sekuritas yang dikutip Bisnis menyebut para pejabat The Fed menilai satu kenaikan suku bunga lagi masih layak sebelum akhir 2026 karena inflasi belum kembali ke target, meski tanpa kepastian waktu. Rapat FOMC berikutnya dijadwalkan 28 Oktober dan 9 Desember 2026.
Pasar obligasi AS ikut bergejolak. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,365 persen pada Rabu, tertinggi sejak April 2002. Bursa Asia dibuka lesu: Nikkei 225 dan S&P/ASX 200 masing-masing turun 0,4 persen, Kospi melemah 0,35 persen.
Dari dalam negeri, cadangan devisa September turun tipis ke $146,3 miliar dari $146,5 miliar pada Agustus. Phintraco Sekuritas, seperti dikutip Katadata, menilai level itu masih relatif stabil dan memberi ruang bagi Bank Indonesia menjaga rupiah.
Analis Pasang Batas 6.091 hingga 6.376
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat IHSG masih berpeluang menguji area gap (celah harga yang belum tertutup) di 6.227–6.231, dengan area koreksi terdekat di 6.118–6.141. Ia memasang support di 6.091 dan 5.973, serta resistance di 6.297 dan 6.376. "Pada label merah IHSG akan menguji area 6.342-6.430," kata Herditya, merujuk pada skenario alternatif yang bertemu klaster rata-rata pergerakan 20 dan 60 hari.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, lebih berhati-hati. Ia memperkirakan IHSG bergerak sideways sepanjang Kamis dengan support di 6.100–6.120 dan resistance di 6.200–6.250.
Kedua proyeksi itu bertemu di satu titik: area 6.100-an menjadi batas yang perlu dijaga. Pada Selasa (6/10/2026), IHSG sempat dibuka di 6.139 dengan GOTO melesat 6,9 persen, dan pola tekanan dari lonjakan yield Treasury AS yang terlihat pada September kini muncul lagi.
Sisa hari ini, pelaku pasar menunggu rilis indeks keyakinan konsumen September yang diperkirakan di level 118, data uang beredar, serta klaim pengangguran AS malam nanti. Pertanyaannya, apakah asing kembali mencatat jual bersih untuk hari kedua, atau aksi jual Rabu hanya reaksi sesaat menjelang risalah The Fed.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.