CompileDaily
Robotic

BYD Siap Debut Robot Humanoid Pertama Agustus Ini, Saingi Optimus Tesla

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
BYD Siap Debut Robot Humanoid Pertama Agustus Ini, Saingi Optimus Tesla

Raksasa mobil listrik yang penjualannya baru saja tergerus perang harga brutal di Tiongkok, kini mencoba narasi pertumbuhan yang sama sekali baru—bukan lagi soal siapa yang menjual mobil terbanyak, melainkan siapa yang punya "teman baru" paling canggih di lantai showroom.

BYD, produsen mobil listrik terbesar di dunia, mengonfirmasi rencana meluncurkan robot humanoid pertama mereka pada Agustus 2026, menjadikan mereka pemain terbaru dalam perlombaan robotika yang kian ramai di kalangan produsen otomotif China. Perusahaan asal Shenzhen ini menyampaikan kepada South China Morning Post bahwa robot humanoid yang telah lama dinanti-nantikan tersebut akan debut di jaringan pusat pengalaman Di Space milik mereka.

"Xiao Di": Robot Layanan yang Bukan Sekadar Konsep

Robot yang dikabarkan bernama "Xiao Di" ini diposisikan sebagai robot humanoid layanan (service humanoid robot), dan menurut pernyataan resmi BYD, akan lebih dari sekadar produk konsep—robot tersebut akan mampu berinteraksi langsung dengan pengunjung di showroom Di Space mereka. Sinyal peluncuran ini sudah menguat sejak akun WeChat Di Space cabang Zhengzhou mengunggah gambar teaser pada 25 Juli lalu, dengan keterangan yang lebih menonjolkan pengalaman interaktif ketimbang spesifikasi teknis.

Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, sebelumnya mengungkap visi jangka panjang perusahaan: setiap showroom BYD di masa depan diharapkan memiliki dua hingga tiga unit robot yang bertugas menyapa pelanggan, menjelaskan model kendaraan, dan mendemonstrasikan fitur-fitur mobil. Li menargetkan robot sales advisor ini siap digunakan secara nyata dalam satu hingga dua tahun ke depan, meski ia menegaskan robot tidak akan bisa menggantikan sepenuhnya koneksi emosional antara tenaga penjual manusia dengan pelanggan.

Bagian dari Investasi Besar-besaran BYD ke Embodied AI

BYD membentuk tim khusus sejak akhir 2024 untuk mengembangkan produk kecerdasan buatan berwujud fisik (embodied AI), termasuk robot humanoid, di bawah Divisi Bisnis ke-15 mereka. Li pada Juni lalu menyebut perusahaan telah melakukan "investasi besar-besaran" ke AI dan teknologi terkait robotika humanoid, menandakan komitmen jangka panjang di luar bisnis inti kendaraan listrik mereka.

Lihat Layanan Kami

Penting dicatat, BYD secara tegas membantah sejumlah klaim yang beredar sebelumnya soal proyek robot berkode nama "Yao Shun Yu"—termasuk klaim soal prototipe generasi ketujuh yang tengah diuji lapangan di pabrik Shenzhen dan Changsha, sekitar 150 unit yang sudah beroperasi, maupun target 20 ribu unit deployment internal sepanjang 2026. Perusahaan menegaskan seluruh klaim spesifik tersebut tidak benar, meski mereka mengonfirmasi pengembangan robot humanoid memang tengah berjalan.

Menyusul Jejak Tesla, di Tengah Persaingan Ketat Sesama Produsen China

Langkah BYD ini mengikuti jejak yang sudah lebih dulu dirintis Tesla lewat robot Optimus mereka. Namun BYD sebenarnya tergolong terlambat masuk ke arena ini dibanding kompetitor domestik mereka sendiri—XPeng sudah menguji coba robot Iron mereka dalam produksi skala kecil, Li Auto tengah mengeksplorasi desain robot mereka, sementara Chery bahkan sudah memasarkan robot Aimoga mereka langsung ke konsumen.

Menurut riset Gasgoo Automotive, sektor robotika humanoid tengah bergeser cepat dari tahap validasi teknis menuju uji coba komersial, dengan proyeksi pengiriman global berpotensi mencapai 100 ribu unit pada 2026—menandai dimulainya jendela kritis bagi penerapan skala besar. China sendiri memproduksi sekitar 20 ribu unit robot humanoid sepanjang 2025, dan sudah melampaui 40 ribu unit hanya dalam paruh pertama 2026 saja, didukung dorongan besar-besaran dari pemerintah China lewat inisiatif khusus Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) bersama Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara (SASAC) sejak Juni lalu.

Narasi Pertumbuhan Baru di Tengah Tantangan Penjualan Mobil

Peluncuran robot humanoid ini memberi BYD narasi pertumbuhan segar di tengah tekanan bisnis inti mereka—penjualan mobil BYD tercatat turun sekitar 16 persen pada paruh pertama 2026 akibat perang harga brutal di pasar kendaraan listrik China. Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan demonstrasi yang memukau belum tentu langsung diterjemahkan menjadi bisnis yang solid—investor hingga kini masih belum memiliki kepastian harga jual, linimasa produksi massal, maupun kontrak deployment berbayar yang bisa dijadikan tolok ukur nyata.

Momentum peluncuran ini juga terjadi bersamaan dengan langkah Amerika Serikat yang tengah bergerak membatasi akses robot buatan China ke pasar mereka—menambah lapisan kompleksitas geopolitik baru bagi ambisi ekspansi global BYD dan sesama produsen robot humanoid asal China lainnya ke depan.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.