Boston Dynamics Angkat Eks Bos AI Amazon Rohit Prasad Jadi CEO, Kejar 30.000 Robot pada 2028
BostonDynamics
Perusahaan yang terkenal lewat video robot salto dan menari kini dipimpin orang yang kariernya dibangun di dunia asisten suara dan model bahasa. Pilihan itu memberi petunjuk ke mana Hyundai ingin membawa Boston Dynamics.
Boston Dynamics menunjuk Rohit Prasad, mantan Senior Vice President dan Head Scientist untuk Alexa dan artificial general intelligence (AGI) di Amazon, sebagai Chief Executive Officer (CEO). Pengumuman disampaikan pada Selasa (6/10/2026) waktu AS, dan menurut laporan The Robot Report Prasad mulai menjabat keesokan harinya. Ia juga dijadwalkan masuk jajaran direksi, menunggu persetujuan.
CEO Ketiga setelah Kursi Diisi Pejabat Sementara
Prasad menjadi CEO ketiga dalam sejarah perusahaan. Pendiri Marc Raibert memimpin sejak 1992 hingga 2020, lalu digantikan Robert Playter. Playter mundur pada Februari 2026, dan sejak itu Chief Financial Officer (CFO) Amanda McMaster mengisi posisi CEO sementara.
Artinya, sejak Februari perusahaan berjalan tanpa CEO definitif. Gizmodo, mengutip Semafor, menyebut pergantian di level eksekutif sekitar ajang CES awal tahun ini sebagai "C-suite exodus".
Dua Belas Tahun di Amazon, Bukan Insinyur Robot
Latar belakang Prasad lebih banyak di kecerdasan buatan ketimbang robotika. Selama sekitar 12 tahun di Amazon, ia ikut membangun Alexa dan belakangan memimpin pengembangan keluarga model fondasi Amazon Nova. Sebelumnya, ia menghabiskan hampir 14 tahun di Raytheon BBN Technologies memimpin riset machine learning untuk pemerintah AS dan klien komersial.
Dalam pernyataannya, Prasad mengatakan, "Boston Dynamics is uniquely positioned to advance physical AI through its world-class robotics expertise." Istilah physical AI merujuk pada kecerdasan buatan yang bekerja di dunia fisik lewat robot, bukan hanya di layar. Fokusnya, kata dia, adalah menjadikan sistem robot cerdas sebagai produk yang meningkatkan keselamatan dan produktivitas di lingkungan industri dan komersial.
Hyundai Ingin Atlas Segera Bekerja di Pabrik
Hyundai, yang mengambil alih kepemilikan mayoritas Boston Dynamics dari SoftBank Group pada 2021, menyambut penunjukan ini. Wakil Ketua Hyundai sekaligus Ketua Dewan Boston Dynamics, Jaehoon Chang, mengatakan, "We are thrilled to welcome Rohit to lead the company into this exciting new era of real-world physical AI."
Targetnya ambisius. Menurut Korea Herald yang dikutip Gizmodo, pada Mei lalu Boston Dynamics memberi tahu investor rencana memproduksi 30.000 robot humanoid hingga 2028, terdiri atas 5.000 unit untuk dijual dan 25.000 unit untuk pabrik Hyundai dan Kia. Pada bulan yang sama, Semafor melaporkan perusahaan baru membuat empat unit Atlas per bulan.
Biaya juga masih jadi ganjalan. Perkiraan pakar yang dilaporkan Korea Herald menyebut ongkos membuat satu Atlas berada di kisaran US$130.000–140.000, dan baru bisa turun ke sekitar US$30.000 per unit jika produksi mencapai 50.000 unit.
Tangan Empat Jari dan Pusat Pelatihan di Georgia
Penunjukan Prasad datang di tengah rentetan pembaruan produk. Sepekan sebelumnya, Boston Dynamics memperkenalkan tangan baru Atlas dengan empat jari tanpa kelingking, dirancang untuk simulasi presisi tinggi dan pelatihan reinforcement learning dari simulasi ke dunia nyata. Perusahaan juga membuka Robotics Metaplant Application Center di pabrik Hyundai Motor Group Metaplant America, Georgia, untuk melatih integrasi Atlas ke lini produksi mobil.
Robot anjing Spot kini mendapat versi 5.2 dengan alur kerja agentik, sementara fitur inspeksi Orbit AIVI ditenagai Google Gemini. Boston Dynamics juga berencana menggelontorkan US$100 juta untuk memperluas fasilitasnya di Waltham, Massachusetts.
Persaingan robot humanoid sendiri makin padat, dari Unitree yang melantai di bursa hingga BYD yang menyiapkan humanoid pertamanya.
Pertanyaan untuk Prasad kini sederhana tapi berat: mampukah orang yang ikut membangun Alexa mengubah perusahaan yang pada Mei baru membuat empat Atlas per bulan menjadi produsen puluhan ribu unit dalam dua tahun?
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.