CompileDaily
UMKM

Wamen UMKM Soroti Paradoks Digital, Hanya 15% Aktif Pakai AI dan Monetisasi Masih Rendah

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Akun usaha ramai, rekening belum tentu ikut ramai. Wakil Menteri UMKM menyebut ukuran kemajuan digital pelaku usaha kini bergeser dari jumlah pengikut ke angka konversi penjualan.

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza membuka Indonesia Digital MeetUp 2026 di SMESCO Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10/2026), dan mengingatkan pelaku usaha agar tidak sekadar mengejar konten viral. Ia meminta AI dipakai secara produktif untuk menaikkan konversi penjualan dan efisiensi, seperti diberitakan Liputan6 dan Investortrust.

Aktivitas Digital Tinggi, Uangnya Belum Terlihat

Helvi menyebut kondisi ini sebagai paradoks. "Aktivitas digital masyarakat tinggi, tetapi tingkat monetisasinya masih rendah," katanya, seperti dikutip Investortrust. Besarnya pasar digital Indonesia, menurut dia, belum sepenuhnya diikuti investasi dan pengembangan industri teknologi nasional.

Investortrust mengutip data Kementerian Komunikasi dan Digital bahwa ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$99 miliar pada 2025, atau kira-kira sepertiga ekonomi digital ASEAN. Data Bank Indonesia yang dikutip laporan yang sama menunjukkan transaksi QRIS mencapai 15 miliar dengan 67 juta pengguna dan 45 juta pedagang per Juli 2026. UMKM menyumbang 96,68 persen dari pedagang tersebut.

Banyak yang Tahu AI, Sedikit yang Memakainya

Soal AI, jurang antara tahu dan pakai cukup lebar. Investortrust mencatat 92 persen pekerja Indonesia mengenal AI, tetapi hanya sekitar 15 persen yang memakainya secara aktif. Angka itu disebut bersama pernyataan bahwa lebih dari 90 persen UMKM belum memakai AI dalam proses usaha sehari-hari. Sumber data kedua angka tersebut tidak disebutkan secara rinci dalam laporan.

Helvi menegaskan penggunaan AI jangan berhenti pada pembuatan konten. Menurut Liputan6, ia menyebut keberhasilan kini diukur dari konversi, komunikasi dengan pelanggan, dan sistem usaha, bukan pengikut, jangkauan, atau interaksi. AI, katanya, tidak akan menggantikan pelaku UMKM, tetapi mereka yang menguasainya akan unggul dibanding yang tidak. Ia juga mengingatkan pemakaian AI harus disertai perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan kepercayaan konsumen.

Lihat Layanan Kami

Skala UMKM dan Fasilitas yang Disiapkan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 57 juta UMKM di Indonesia. Sektor ini menyerap hingga 97 persen tenaga kerja dan menyumbang sekitar 60 persen produk domestik bruto. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 menuju Indonesia Emas 2045, dan transformasi digital UMKM dipandang sebagai syarat pencapaiannya.

Salah satu sarananya ialah SAPA UMKM, layanan masuk tunggal (single sign-on) agar pelaku usaha bisa mengakses beragam program bantuan dengan satu akun. Basis datanya memuat 12,7 juta pelaku usaha, dengan lebih dari 37.000 pengguna aktif. Jika dihitung dari dua angka itu, pengguna aktif baru sekitar 0,29 persen dari yang terdaftar.

Pelaku usaha juga didorong memakai Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara produktif, termasuk untuk sistem kasir digital dan teknologi operasional. Plafon KUR 2026 disebut Rp295 triliun dengan bunga tetap 6 persen. Data serapannya sudah diulas dalam laporan KUR yang terserap 80,08 persen hingga September.

Dua Hari Acara dengan Lebih dari 20 Pembicara

Indonesia Digital MeetUp 2026 merupakan acara tahunan SMESCO Indonesia yang sebelumnya digelar pada 2022 dan 2023. Acara berlangsung hingga Jumat (16/10/2026) di Convention Hall SMESCO, dengan lebih dari 20 pembicara nasional dan internasional serta lebih dari 30 booth dari startup dan penyedia platform.

Angka yang layak dipantau setelah acara ini sederhana: apakah pengguna aktif SAPA UMKM bergerak dari puluhan ribu menuju jutaan, dan apakah porsi pelaku usaha yang memakai AI naik dari kisaran 15 persen. Sampai pemerintah merilis target dan jadwal yang terukur, pesan "jangan cuma kejar viral" masih berupa imbauan.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.