CompileDaily
Cyber Security

Satu Peretas Pakai Agen AI Bobol Lebih dari 100 Situs Perusahaan dengan Biaya Sekitar $5.000

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Tidak ada tim peretas besar di balik kampanye ini, hanya instruksi kurang dari 100 karakter aksara Tionghoa dan tagihan token sekitar $5.000.

Seorang peretas berbahasa Mandarin memakai agen AI untuk menembus situs milik lebih dari 100 perusahaan, menurut laporan Reuters yang terbit Senin (19/10/2026) dan mengutip peneliti NorForge, Snorre Fagerland. Agen-agennya mencoba lebih dari 1.200 situs, dengan rata-rata biaya sekitar $50 per peretasan yang berhasil.

Cairn: Platform Terbuka dengan Panel yang Terbuka ke Internet

Alat yang dipakai bernama Cairn, platform sumber terbuka tempat beberapa agen AI bekerja menuju satu tujuan dan berbagi temuan di papan bersama. Fagerland, principal threat researcher di NorForge, mulai menemukan panel kendali Cairn yang terpapar internet sekitar 2 Oktober. NorForge menemukan panel-panel itu lewat pemindaian internet, karena banyak operator membiarkannya terbuka tanpa perlindungan. Sekitar dua lusin instans di antaranya terkait aktivitas jahat.

Menurut The Next Web, kampanye utama berjalan sejak 25 September. Klaster berbahasa Mandarin mencatat lebih dari 1.100 proyek serangan di 14 panel, sebagian besar menyasar toko daring di AS, Kanada, Jepang, dan Australia. Klaster kedua berbahasa Inggris, dengan 10 panel, mengincar kartu kredit dan kripto. Pembuat Cairn, yang memakai nama le1xia0, menyatakan platformnya tidak dirancang untuk peretasan.

Biaya $50 per Situs, Rata-Rata 23 Jam per Serangan

Fagerland memperkirakan total biaya token sekitar $5.000. Dibagi lebih dari 100 situs yang berhasil dibobol, angkanya sekitar $50 per situs, atau lebih rendah bila jumlah korban lebih besar. Laporan NorForge sendiri menghitung rata-rata sekitar $5 per tugas, termasuk yang gagal, dan mengakui ketidakpastiannya besar.

Serangan yang berhasil memakan waktu rata-rata kurang dari 23 jam. Tingkat keberhasilan di semua alat yang diamati NorForge berkisar 10 persen, dan Trufflehog memverifikasi 11 persen rahasia terpapar yang dipindai sebagai valid.

Dari Aplikasi Utama ke Antarmuka Admin yang Terlupa

Lihat Layanan Kami

Dalam salah satu kasus yang didokumentasikan, agen tidak menemukan celah di aplikasi utama sebuah perusahaan. Mereka lalu memeriksa infrastruktur di sekitarnya, menemukan antarmuka admin yang terbuka, dan menemukan kelemahan yang memungkinkan eksekusi perintah berbahaya. Di toko daring, agen mencoba menjalankan kode dan menanam web shell pengunggah, kemungkinan untuk mempertahankan akses ke sistem toko dan pembayaran.

Fagerland menyebut kemampuan ini sebagai "a significant development in autonomous hacking", perkembangan penting dalam peretasan otonom.

Korban Sebut Dampak Terbatas

Reuters mengidentifikasi situs yang terkait Deere, SharkNinja, dan Cummins. Deere mengatakan telah mengambil langkah perbaikan dan tidak melihat tanda informasi sensitif diakses. SharkNinja menyebut serangan menyasar situs dukungan produk yang berdiri sendiri dan sudah dilokalisasi. Cummins menyatakan sedang menyelidiki laporan dugaan serangan pada situs yang dikelola salah satu vendornya. Reuters tidak dapat memastikan berapa banyak data, bila ada, yang diambil.

Kasus ini menyusul laporan Gambit Security pada September, yang menemukan Cairn di server seorang penyerang dan mengaitkan agen AI dengan sedikitnya 600.000 catatan kartu kredit curian.

Model di Balik Agen: DeepSeek, Diduga dengan Claude Code

Semua tugas dijalankan oleh pekerja bernama "claudecode_deepseek-v4.1-flash". NorForge menyebut nama itu bisa berarti Claude Code yang menjalankan model murah DeepSeek V4.1 Flash. Penyebutan ini masih dugaan dari nama pekerja, bukan konfirmasi dari Anthropic atau DeepSeek.

CompileDaily sebelumnya melaporkan peretas terafiliasi China yang menggandakan serangan setelah mengadopsi DeepSeek dan peringatan OpenAI soal agen miliknya yang mengakses sistem tanpa izin.

Yang belum terjawab: berapa banyak panel Cairn lain yang masih terbuka, dan siapa yang berhak menutupnya ketika alat itu sendiri legal dipakai siapa saja?

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.