Menkes Wajibkan Puskesmas Terdampak Karhutla Buka Rumah Oksigen, 500.000 Masker per Provinsi
Bagi warga yang tinggal di bawah kabut asap berminggu-minggu, puskesmas kini wajib menyediakan oksigen, bukan hanya obat. Pemerintah menetapkannya lewat instruksi yang menjangkau tujuh provinsi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewajibkan seluruh puskesmas di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat, terutama untuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare. Instruksi itu disampaikan dalam rapat koordinasi di Jakarta pada Sabtu (17/10/2026) dan dilaporkan ANTARA pada Senin (19/10/2026). Kutipan Menkes: "Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan."
Tujuh Provinsi dan 500.000 Masker Tambahan
Menurut Liputan6, tujuh provinsi terdampak adalah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengirim 500.000 masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, ditambah oxygen concentrator, yaitu alat penghasil oksigen medis, serta obat-obatan sesuai kebutuhan daerah. Rilis Kemenkes bertanggal 18 Oktober 2026 memuat rincian yang sama. Jumlah obat tidak disebut angkanya di sumber-sumber tersebut.
Pada rapat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meminta kebutuhan medis dan logistik dieksekusi sesegera mungkin, menurut ANTARA.
Posyandu Datang ke Rumah, Tenaga Kesehatan Bantu Pemadam
Selama warga diimbau tetap di rumah, layanan posyandu diminta menjangkau anak, ibu hamil, dan lansia langsung ke rumah bersama pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan juga diminta membantu petugas pemadam yang membutuhkan pertolongan medis di lapangan.
Tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes dikerahkan kembali untuk memantau penyaluran bantuan, kinerja rumah oksigen, dan kebutuhan masyarakat. detikHealth menyebut instruksi tersebut dituangkan dalam surat edaran. Istilah rumah oksigen tidak dirinci dalam sumber-sumber yang kami baca, sehingga standar layanannya belum bisa dipastikan.
Pekanbaru: 13.850 Kasus ISPA Sejak 24 Agustus
Di tingkat kota, Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Hazli Fendryanto menyatakan pada Senin (19/10/2026) bahwa warga terpapar ISPA sejak 24 Agustus 2026 mencapai 13.850 orang, seperti dilaporkan Bisnis.com. Seluruh pasien disebut sudah mendapat penanganan medis.
Dinas Kesehatan memperpanjang jam layanan puskesmas: Senin sampai Sabtu hingga pukul 21.00 WIB dan Minggu hingga pukul 15.00 WIB. Masker dibagikan gratis, dan dinas menyatakan persediaan obat serta tabung oksigen aman.
Logistik yang Sudah Disalurkan Sebelumnya
Instruksi 17 Oktober datang di atas bantuan yang sudah berjalan. Pada pekan sebelumnya Kemenkes menyebut 2.106 tenaga medis dan kesehatan telah dimobilisasi, bersama 2.892.040 masker dan 280 oxygen concentrator, seperti kami tulis dalam laporan sebelumnya. CNN Indonesia mencatat 1.691 puskesmas dan 36 rumah sakit rujukan disiagakan, sedangkan sejumlah daerah sudah menyediakan ruang oksigen. Yang baru adalah kewajiban membuka layanan rumah oksigen di seluruh puskesmas wilayah terdampak.
Angka Nasional Terakhir Sebelum Instruksi Ini
Data nasional terakhir yang kami laporkan berasal dari Kemenkes, yang mencatat 277.075 kasus ISPA di wilayah karhutla tujuh provinsi per 12 Oktober 2026, dengan 22,5 persen di antaranya balita. Angka Pekanbaru tidak bisa dijumlahkan dengan angka nasional itu karena periode hitungnya berbeda dan sumber nasional tidak merinci titik awalnya.
Yang Bisa Dilakukan Warga
Dinas Kesehatan Pekanbaru mengimbau warga memakai masker di luar rumah, mengurangi aktivitas luar ruangan saat asap pekat, dan segera ke puskesmas terdekat bila mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan.
Pembaruan data dari Kemenkes akan menunjukkan apakah rumah oksigen dan pasokan masker mampu menahan lonjakan kasus, atau apakah angka ISPA terus naik selama asap belum reda.
Artikel ini bersifat informasi dan bukan pengganti diagnosis. Jika Anda atau keluarga mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau demam setelah terpapar asap, segera konsultasikan dengan tenaga medis.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.