CompileDaily
Crypto

Ledger Minta CryptoBilis Setop Jualan, Dugaan Kerugian Pembeli Asia Tenggara Tembus $86 Juta

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads
Ledger Minta CryptoBilis Setop Jualan, Dugaan Kerugian Pembeli Asia Tenggara Tembus $86 Juta

CryptoBilis

Dompet perangkat keras dibeli justru supaya aset kripto aman dari peretas. Kini sebagian pembelinya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diminta tidak menyiapkan perangkat yang baru mereka beli.

Produsen dompet kripto perangkat keras Ledger menyelidiki dugaan pengurasan dana yang menimpa pembeli perangkatnya melalui CryptoBilis, reseller resmi Ledger untuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Dalam pernyataan di X pada Jumat (9/10/2026), Ledger meminta CryptoBilis menghentikan seluruh penjualan dan pengiriman, seperti dilaporkan The Block.

Estimasi Kerugian dari Dua Peneliti On-Chain

Kasus ini mencuat setelah peneliti on-chain tanuki42 mengidentifikasi delapan alamat dompet yang diduga menampung lebih dari $72 juta hasil pencurian. Peneliti lain, Specter, kemudian memperkirakan kerugian melampaui $86 juta yang tersebar di jaringan Bitcoin, Ethereum, dan Tron.

Kedua angka itu belum dikonfirmasi secara independen, dan belum jelas apakah keduanya mencakup transaksi dan alamat yang sama. Specter sempat menyebut dana berasal dari ratusan dompet korban, lalu meralat bahwa jumlah dompet terdampak sebenarnya belum diketahui.

Menurut Onchain Lens, dompet-dompet yang terkait kasus ini juga mengirim sekitar $270.000 dalam bentuk USDT dan TRX ke Binance, sebagian besar diteruskan ke dompet panas bursa tersebut.

Security Alliance (SEAL) ikut menyebarkan temuan tanuki42, tetapi tidak memberikan estimasi kerugian maupun dugaan penyebab sendiri. Menurut tanuki42, laporan korban yang masuk sudah cukup banyak untuk menepis kemungkinan bahwa kejadian ini hanya kebetulan.

Ledger: Sistem Kami Tidak Dibobol

Kepada Cointelegraph, Ledger menyatakan "Ledger's infrastructure, systems and services were not compromised." Perusahaan menyebut insiden ini tampaknya terbatas pada reseller dan pasar yang dilayaninya, serta belum ada laporan yang melibatkan perangkat yang dibeli langsung dari Ledger.

Hingga laporan terakhir, Ledger belum mengungkap jumlah pelanggan terdampak, nilai kerugian, maupun penyebabnya. Perusahaan juga belum memastikan apakah perangkat yang dijual CryptoBilis memang dimodifikasi.

Dugaan Serangan Rantai Pasok

Lihat Layanan Kami

Salah satu pendiri Binance, Changpeng "CZ" Zhao, menilai informasi yang ada mengarah pada serangan rantai pasok yang melibatkan satu vendor. Menurut dia, sebagian kecil pengguna mungkin membeli perangkat palsu atau yang sudah diutak-atik. "Self-custody comes with extra responsibilities," tulis CZ.

Mantan CEO Mt. Gox, Mark Karpeles, mengatakan laporan ini bisa jadi berkaitan dengan masalah yang sedang ia selidiki. Ia meminta pengguna terdampak membuka perangkatnya dan mengirim foto papan sirkuit untuk mengecek tanda-tanda modifikasi.

Laporan CertiK soal kerugian kripto semester pertama juga mencatat penyerang kripto kini lebih sering mengincar manusia ketimbang celah kode.

Yang Perlu Dilakukan Pembeli CryptoBilis

Ledger meminta pembeli yang membeli perangkat dari CryptoBilis dalam 90 hari terakhir untuk tidak memulai proses penyiapan jika perangkat belum dipakai. Bagi yang sudah menyiapkannya, Ledger menyarankan memindahkan aset ke perangkat Ledger baru dengan frasa pemulihan (seed phrase) yang juga baru dibuat.

Korban yang dananya mengalir ke alamat-alamat yang teridentifikasi diminta menghubungi tim tanggap insiden Security Alliance (SEAL 911). Ledger berjanji terus memberi kabar seiring berjalannya penyelidikan.

Relevan untuk Pengguna Kripto di Indonesia

Indonesia termasuk pasar yang dilayani CryptoBilis, sementara jumlah akun kripto di Indonesia sudah menembus 23,21 juta. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban asal Indonesia dalam kasus ini.

Penyelidikan Ledger akan menentukan apakah masalahnya ada pada perangkat palsu yang diselundupkan ke jalur distribusi, atau pada celah lain yang belum terungkap. Sampai jawaban itu keluar, satu pertanyaan tetap menggantung: berapa banyak perangkat CryptoBilis yang masih tersimpan di laci pembeli tanpa mereka sadari risikonya.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menyimpan aset kripto tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.