CompileDaily
Robotic

Korea Selatan Izinkan 20 Humanoid Robros Bekerja Dekat Pekerja di Pabrik dan Galangan Kapal

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Selama puluhan tahun, robot industri hidup di balik pagar pengaman. Kini pemerintah Korea Selatan mengizinkan 20 robot berkaki dua berjalan di lantai produksi yang sama dengan manusia, padahal standar keselamatannya sendiri belum selesai ditulis.

Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan memberi pengecualian uji coba kepada Robros, perusahaan rintisan robot humanoid asal Seoul, untuk menerjunkan 20 robot humanoid bertenaga AI di empat perusahaan. Persetujuan itu keluar dalam rapat Komite Regulatory Sandbox Konvergensi Industri pada Selasa (13/10/2026), menurut laporan Seoul Economic Daily dan Humanoids Daily.

Empat Lokasi, Empat Jenis Pekerjaan

Robot-robot Robros akan bekerja di Nepes (pengemasan semikonduktor), Sungwoo Hitech (komponen otomotif), HD Hyundai Samho (galangan kapal), dan Delivery Lab (logistik). Di Nepes, tugasnya membersihkan kontaminan dari komponen bundar yang dipakai pada tahap akhir produksi cip. Di Sungwoo Hitech, robot menempatkan bagian bodi mobil pada posisi yang ditentukan.

Pekerjaan di HD Hyundai Samho paling mudah dibayangkan: menumpuk braket perancah yang menahan platform kerja di lambung kapal. Delivery Lab menugaskan robot memindahkan kemasan pengiriman berpendingin. Sepanjang tugas itu, robot harus mengenali sekitarnya, lalu mengambil, membawa, dan menumpuk benda di ruang yang dipakai bersama pekerja manusia.

Aturan Lama Menuntut Pagar, Humanoid Tidak Cocok

Regulasi yang ada memperlakukan robot industri sebagai peralatan diam dan mewajibkan pagar atau penghalang antara area robot dan manusia. Aturan itu sulit diterapkan pada humanoid yang justru dirancang bergerak di antara pekerja. Pengecualian ini membolehkan penerjunan dengan syarat penilaian risiko dan langkah pengamanan, yang menurut Origin of Bots harus memenuhi ketentuan Kementerian Ketenagakerjaan dan Perburuhan.

Menteri Perdagangan dan Industri Kim Jung-kwan menyatakan teknologi AI berkembang begitu cepat sehingga regulasi kesulitan mengejar, dan hambatan kelembagaan untuk memakai teknologi baru di lokasi industri perlu segera dipangkas. Data dari 20 robot ini nantinya dipakai menyusun standar keselamatan baru.

Lihat Layanan Kami

Persetujuan Uji Coba, Belum Bukti Lulus Uji Pabrik

Humanoids Daily menegaskan keputusan ini bukan laporan bahwa robot telah lolos uji kinerja di pabrik. Kementerian juga belum mengumumkan jadwal uji coba maupun kriteria keberhasilan. Robros sendiri, menurut Origin of Bots, masih menyempurnakan ketahanan terhadap panas serta perlindungan dari air dan debu.

Robot yang dipakai bernama IGRIS-C. Laporan Venture Square pada Agustus 2026 mencatat tinggi 154 sentimeter dan bobot 56 kilogram. Robros disebut telah menjual 18 unit dan memperkirakan produksi kumulatifnya melewati 50 unit pada akhir 2026, sedangkan model AI humanoid buatannya, menurut Humanoids Daily, direncanakan hadir pada paruh pertama 2027. Angka penjualan dan produksi itu klaim perusahaan.

Taruhan Pemerintah dan Pembanding dari Luar Negeri

Pemerintah Korea Selatan pada Agustus mengumumkan rencana investasi kumulatif 2,3 triliun won (sekitar $1,6 miliar) untuk ekosistem humanoid hingga 2030, dengan target pangsa komponen inti buatan dalam negeri 80 persen. Pemerintah juga berencana membeli 1.080 humanoid produksi lokal untuk menggerakkan permintaan awal.

Pembandingnya sudah ada. Di pabrik BMW di Spartanburg, Carolina Selatan, Figure 02 buatan Figure AI memasukkan lembaran logam ke mesin las. Dalam sekitar 10 bulan, robot itu menangani lebih dari 90.000 komponen dan ikut menopang produksi lebih dari 30.000 unit BMW X3. Shanghai menargetkan 8.000 humanoid di pabrik pada 2028. Dari sisi robot industri, data International Federation of Robotics mencatat instalasi baru 2025 sebanyak 30.200 unit di Korea Selatan, jauh di bawah 354.200 unit di China.

Kehadiran humanoid di Asia Timur belakangan memang ramai, mulai dari paten robot pertama BYD hingga lonjakan saham Unitree saat IPO. Bedanya, Korea Selatan kini menguji langsung di lantai produksi, bukan di panggung peluncuran.

Yang belum jelas adalah berapa lama uji coba berlangsung dan apa ukuran lulusnya. Selama dua hal itu belum diumumkan, 20 robot Robros baru membuktikan satu hal: regulator bersedia membuka pagar, sementara pertanyaan tentang seberapa aman robot berjalan di antara pekerja masih menunggu datanya.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.