CompileDaily
Virus

Kasus ISPA Sumsel Tembus 416.621 Sepanjang 2026, Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Warga Palembang tidak perlu membuka aplikasi untuk tahu udaranya buruk—tetapi angka yang tercatat Senin dini hari menunjukkan kondisinya jauh melewati batas yang bisa ditoleransi tubuh.

Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumatera Selatan mencapai 416.621 sepanjang 2026, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat yang dilaporkan ANTARA pada Senin (12/10/2026). Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menyelimuti Palembang dan sekitarnya. Perempuan dan anak-anak mendominasi kelompok yang terdampak.

September Naik 11,62 Persen dari Agustus

Dinkes Sumsel mencatat 52.483 kasus ISPA sepanjang September 2026, naik 11,62 persen dari 47.020 kasus pada Agustus, seperti diberitakan IDN Times Sumsel. Selisihnya 5.463 kasus dalam sebulan, angka yang juga dikonfirmasi Republika.

Liputan foto Republika memperlihatkan pasien ISPA, termasuk anak-anak, yang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Charitas Palembang. Anak-anak termasuk kelompok rentan yang paling perlu dilindungi dari udara tercemar.

Pada 1–9 Oktober saja, kasus baru sudah mencapai 11.359. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, menyebut puncak harian bulan ini terjadi pada 6 Oktober dengan 2.267 kasus.

"Secara harian pada Oktober ini, jumlah kasus ISPA yang terdata paling banyak terjadi pada 6 Oktober lalu," kata Ira.

Tahun Ini Justru Tinggi di Awal

Angka tinggi sebenarnya sudah muncul sejak awal tahun. Pada Januari 2026, Dinkes Sumsel mencatat 50.651 kasus, lalu 51.115 kasus pada Februari, keduanya di atas catatan Agustus.

"Pada 2026 ini, pola tinggi kasus ISPA terjadi pada awal tahun," ujar Ira.

Secara kumulatif, kasus Januari–September 2026 berjumlah 401.191, sedikit lebih rendah dibanding 411.700 kasus pada periode yang sama tahun lalu. Selisihnya 10.509 kasus atau sekitar 2,55 persen, hasil hitungan dari data Dinkes Sumsel. Dengan tambahan kasus Oktober yang terus berjalan, posisi akhir tahun masih bisa berubah.

Indeks Udara Palembang Sentuh 485

Lihat Layanan Kami

Pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, data IQAir menunjukkan indeks kualitas udara Palembang di angka 485, masuk kategori berbahaya, menurut laporan Suara Sumsel. Titik pantau Sukarami mencatat angka tertinggi, 511, disusul Musi 2 di 476 dan Demang Lebar Daun di 449.

Dua setengah jam sebelumnya, sekitar pukul 03.00 WIB, indeks di titik-titik yang sama masih berada di kisaran 242–348. Artinya, kualitas udara memburuk tajam hanya dalam hitungan jam menjelang pagi.

Sumber Asap: 1.548 Titik Panas

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mendeteksi 1.548 titik panas di provinsi tersebut. Ogan Komering Ilir menyumbang mayoritas dengan 1.177 titik, diikuti Musi Banyuasin (135), Muara Enim (78), Banyuasin (62), dan Ogan Ilir (27).

Titik panas dipakai sebagai indikator awal untuk mendeteksi potensi kebakaran di lapangan.

N95 dan Jendela Tertutup

Partikel halus PM2.5 dalam asap dapat mengiritasi saluran napas serta memperburuk penyakit paru dan jantung. Bayi, anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan berisiko paling tinggi.

Imbauan yang dimuat IDN Times Sumsel meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama olahraga dan kerja fisik berat, saat kualitas udara buruk. Jika harus keluar, warga disarankan memakai masker N95 atau setara, serta menutup jendela rumah ketika asap menebal.

Kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan juga meningkat di daerah lain. Awal bulan ini, Dinkes Bali menemukan 9 dari 113 sampel positif influenza A.

Selama 1.177 titik panas di Ogan Komering Ilir belum tertangani, pertanyaannya bukan lagi apakah kasus ISPA Oktober akan bertambah, melainkan seberapa cepat angkanya melampaui catatan September.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan pengganti diagnosis. Jika Anda atau keluarga mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau demam setelah terpapar asap, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.