Algatek Juarai Startup World Cup Indonesia 2026, Sisihkan 9 Finalis dan Melaju ke AS
ALGATEK
Startup yang bekerja dengan alga dan plankton baru saja mengungguli startup pajak, logistik, dan kesehatan di panggung pitching nasional. Hadiah yang diumumkan bukan nominal uang, melainkan tiket untuk tampil di depan investor global di San Francisco.
Algatek Karbon Nusantara dinobatkan sebagai Regional Champion Startup World Cup Indonesia 2026 dalam final nasional Global Investment Gateway – Road to Startup World Cup 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Ajang ini digelar Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) bersama Pegasus Tech Ventures, seperti dilaporkan Investortrust.
Algatek Sisihkan Sembilan Finalis Lain
Sepuluh startup tampil di final nasional dan harus mempresentasikan bisnisnya di depan juri. Selain Algatek, finalisnya adalah NutriAI, Logice, LadangGo, Dit Réveille, Indoteknisi, SHEEPIN, RideCheck, Include, dan EasyTax.
Bidang yang mereka garap cukup lebar, mulai dari kesehatan, logistik, agrifood, teknologi iklim, ekonomi sirkular, konstruksi, peternakan, manajemen armada, industri, hingga akuntansi dan perpajakan.
Sebagai juara, Algatek berhak mewakili Indonesia di panggung utama Startup World Cup 2026 di San Francisco, Amerika Serikat. Laporan media yang meliput acara ini tidak menyebut nilai hadiah uang maupun tanggal final global tersebut.
Alga dan IoT untuk Menangkap Karbon
Berdasarkan profil di ASEAN University Network – University Innovation Enterprise, PT Algatek Karbon Nusantara didirikan tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Startup ini menggabungkan bioteknologi alga dan plankton dengan Internet of Things (IoT) untuk menangkap karbon.
Algatek memakai spesies alga asli Indonesia yang dibudidayakan dalam fotobioreaktor. Hasilnya diolah menjadi produk berbasis hayati seperti biosilika, pupuk hayati, dan bio-oil, dengan pemanfaatan di sektor energi, pertanian, farmasi, pangan, hingga pengendalian polusi udara dan pengolahan air limbah.
Kementerian UMKM: Pelatihan Saja Tidak Cukup
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyebut program ini bertujuan memperluas akses startup ke pendanaan, investor, pasar, dan jejaring global.
"Startup Indonesia perlu dipersiapkan agar semakin mampu mengakses sumber pendanaan yang lebih beragam," kata Riza, dikutip dari Monitor.
Menurutnya, pertumbuhan startup butuh lebih dari pelatihan dan pendampingan. Dukungan yang disiapkan mencakup digitalisasi dan pemasaran, legalitas dan sertifikasi, pembiayaan, serta keterhubungan dengan rantai pasok dan program strategis nasional.
Riza juga menilai kontak langsung dengan investor membantu startup menguji model bisnis yang sedang mereka bangun. Forum pitching seperti final nasional ini menjadi salah satu jalur untuk mempertemukan pendiri startup dengan calon pemodal sekaligus memperluas jejaring global mereka.
"Startup membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi dengan pasar, modal, talenta, dan jejaring," ujar Riza, seperti dikutip Akurat. Ia menambahkan bahwa startup tidak cukup hanya memiliki produk inovatif, tetapi juga membutuhkan model bisnis yang kuat.
Berpijak pada Perpres 38/2026 dan Delapan Mitra Investor
Pendekatan tersebut merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Aturan ini mendorong ekosistem terpadu yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, investor, dan komunitas.
Delapan lembaga ikut mendukung ajang ini, yaitu BNI Ventures, MDI Ventures, Spiral Ventures, WE Group, Avantierra, Panasean Group, Mandiri Capital, dan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO).
Dukungan itu datang saat iklim pendanaan regional sedang timpang. Data Tracxn yang diberitakan pekan ini menunjukkan pendanaan startup Asia Tenggara melonjak 176 persen, tetapi 94 persen di antaranya mengalir ke Singapura. Yang kini ditunggu adalah apakah tiket ke San Francisco bisa berubah menjadi cek pendanaan bagi Algatek, atau berhenti sebagai momen sesaat.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.