CompileDaily
Web 3

9 Emiten Tolak Sahamnya Ditokenisasi di OKXICE, Nasdaq Ikut Menolak saat Aturan SEC Berlaku

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Aturan SEC sudah membuka pintu bagi perdagangan saham tokenisasi 24 jam, tetapi perusahaan yang sahamnya hendak diperdagangkan justru satu per satu menutup pintu itu.

Sembilan perusahaan tercatat di AS kini secara resmi menolak versi token saham mereka diperdagangkan di OKXICE, usaha patungan OKX dan Intercontinental Exchange (ICE) pemilik Bursa Efek New York. Menurut laporan CoinDesk yang terbit Minggu (18/10/2026), pemberitahuan publik OKXICE tertanggal 15 Oktober mengungkap delapan penolakan baru, melengkapi Cerebras Systems yang sudah lebih dulu menolak.

Delapan Nama Baru dalam Pemberitahuan 15 Oktober

Kedelapan penolak baru adalah Broadcom, Verizon, UnitedHealth, AppLovin, Applied Digital, Rocket Lab, CoreWeave, dan Applied Optoelectronics. Pemberitahuan itu tidak menjelaskan alasan penolakan maupun kapan masing-masing perusahaan menyampaikannya.

Nasdaq berada di jalur terpisah. Bursa itu menyatakan akan menolak tokenisasi sahamnya sendiri, tetapi tidak termasuk dalam hitungan sembilan perusahaan tadi. Kepada Wall Street Journal, Nasdaq mengatakan tidak ingin sahamnya diperdagangkan di tempat yang tidak menampilkan harga terbaik secara waktu nyata dan tidak melaporkan ke consolidated tape, yakni catatan terpusat seluruh transaksi saham AS.

Rencana OKXICE: 63 Saham, Diperdagangkan 24 Jam

OKXICE mengumumkan pada awal Oktober bahwa pihaknya telah memberi tahu SEC soal rencana awal untuk saham 63 perusahaan AS. Andrew Cuomo, salah satu ketua bersama usaha patungan itu, mengumumkannya lewat X. Daftar yang diajukan mencakup Nvidia, Tesla, Apple, Microsoft, SpaceX, Coinbase, dan Strategy, menurut Cryptopolitan.

Perdagangan dirancang berjalan sepanjang waktu di pool likuiditas Uniswap v4 pada blockchain XLayer milik OKX, dengan penyelesaian memakai stablecoin. Saham asli disimpan satu banding satu lewat pialang-dealer terdaftar, dan pemegang token harus menerima hak setara, termasuk dividen dan hak suara. CompileDaily sebelumnya menulis pengajuan awal OKX dan ICE untuk 63 perusahaan.

Aturan 30 Hari dan Token yang Terbit Tanpa Izin

Lihat Layanan Kami

Kerangka yang dipakai adalah Innovation Exemption, pengecualian lima tahun yang diterbitkan SEC pada 17 September 2026. Perusahaan diberi waktu sebulan untuk menolak, dan diam selama 30 hari dianggap setuju. Menurut Davis Polk, pengecualian itu berakhir 17 September 2031.

Data yang dikutip Cryptopolitan menunjukkan konteksnya: per 13 September, sekitar $2,43 miliar token saham terbit tanpa izin perusahaan, sedangkan token dengan persetujuan hanya sekitar $365 juta dan nyaris tak tumbuh dalam setahun. Robinhood sendiri mencatat lebih dari 190 token saham.

Penolakan juga punya batas. Davis Polk menilai penolakan hanya menghalangi perdagangan di bursa yang menerima pemberitahuan, tidak menghentikan tokenisasi di tempat lain atau perdagangan lepas pantai.

Keraguan Analis soal Izin Sementara

Analis TD Securities yang dipimpin Reid Noch menulis bahwa puluhan emiten menunjukkan "little interest in tokenizing their shares outside a small group of crypto-adjacent companies", yakni minat kecil di luar segelintir perusahaan berbau kripto. Hambatan terbesarnya, menurut mereka, adalah ketergantungan kerangka ini pada keringanan sementara, bukan aturan permanen. Komisi di masa depan dapat membatalkannya, dan itu berpotensi menahan investor institusional. Platform luar negeri juga bisa menawarkan produk saham sintetis tanpa memenuhi syarat operasional pengecualian AS.

Permintaan Perbaikan Mekanisme Keberatan

Pada 2 Oktober, Computershare mengirim surat komentar ke SEC yang meminta opsi keberatan permanen dan daftar keberatan yang bisa dicari. Firma hukum Hunton Andrews Kurth menyusul pada 8 Oktober dengan meminta syarat persetujuan yang jelas dan penghapusan tenggat. CoinDesk tidak melaporkan tanggapan OKXICE.

Yang ditunggu sekarang adalah apakah SEC mengubah mekanisme keberatan, dan apakah OKXICE bisa meluncur dengan daftar emiten yang makin menyusut dari 63.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi beli atau jual aset kripto maupun saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.