CompileDaily
Nutrisi

144 Siswa Konawe Selatan Diduga Keracunan MBG, Dapur SPPG Puao Disetop Sementara

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Dua puluh pasien pertama berubah menjadi 144 nama dalam satu hari. Di Kecamatan Angata, Sulawesi Tenggara, satu menu Makan Bergizi Gratis kini harus dibuktikan di laboratorium, bukan di meja makan.

Sebanyak 144 orang tercatat bergejala di Puskesmas Motaha, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Rabu (14/10/2026). Hampir seluruhnya siswa dari enam sekolah di Kecamatan Angata yang diduga keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), program pemerintah yang membagikan makanan di sekolah. Menurut laporan detikSulsel, angka itu naik dari 20 siswa pada laporan awal.

Pasien Datang Beruntun Sejak Pagi

Siswa mulai dibawa ke puskesmas pada Rabu antara pukul 09.00 dan 14.00 WITA, menurut laporan Bitvonline. Kepala Puskesmas Motaha, Sunding Tehangga, menyebut lonjakan itu masuk kategori kejadian luar biasa karena "para siswa berdatangan tidak putus dalam waktu yang hampir bersamaan".

Gejala yang dilaporkan adalah mual, muntah, pusing, diare atau buang air besar lebih dari tiga kali, dan pada sebagian pasien sesak napas. Sebagian korban mendapat infus, sisanya menjalani rawat jalan. Satu siswi dirujuk ke RSUD Konawe Selatan.

Korban Tersebar di Enam Sekolah

Berdasarkan laporan puskesmas, korban berasal dari SDN 1, SDN 3, SDN 4, dan SDN 12 Angata, satu SMP, serta SMAN 10 Konawe Selatan. Seorang balita juga masuk daftar. Rincian per sekolah berbeda antarmedia: detikSulsel mencatat 55 siswa SMA, sedangkan Bitvonline menyebut 58.

Perbedaan serupa muncul pada jumlah pasien yang masih dirawat. Sunding menyampaikan kepada detikSulsel bahwa 17 orang masih dirawat dengan kondisi stabil per Rabu malam. Pada Kamis (15/10/2026), Bitvonline melaporkan tinggal enam siswa SMAN 10 yang masih dirawat di puskesmas, sementara lainnya dipulangkan.

Kepala SMAN 10 Konawe Selatan, Liy, menduga gejala muncul dari menu yang dikonsumsi sehari sebelumnya. "Kalau MBG hari ini mereka belum konsumsi, ini kemungkinan MBG yang dikonsumsi kemarin dan baru ada reaksinya," ujarnya.

Lihat Layanan Kami

Menu dan Dapur Penyedia Disorot

Konselpos melaporkan bahwa kasus ini dikaitkan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Puao, Kecamatan Angata. Menurut Konselpos, menu yang diduga terkait terdiri atas ayam cabai hijau, tumis kacang panjang, pepaya, dan tempe krispi. Media lain tidak menyebut nama dapur maupun menu, sehingga rincian ini belum terkonfirmasi dari sumber kedua.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Konawe Selatan, Aminudin, meninjau langsung SPPG Puao bersama Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak. Ia menemukan bau sampah menyengat di sekitar lokasi. "Bau sampah sangat parah di sekitarnya," katanya. Aminudin menegaskan keselamatan anak harus diprioritaskan dan mendesak investigasi menyeluruh atas higiene, sanitasi, serta pengadaan bahan baku hingga distribusi.

Hubungan antara kondisi sanitasi dapur dan keracunan belum terbukti. Konselpos mencatat hal itu harus dibuktikan lewat investigasi dan uji laboratorium.

Pengolahan Dihentikan, Sampel Menunggu Uji

Pengolahan makanan di SPPG Puao dihentikan sementara untuk evaluasi sanitasi. Puskesmas Motaha berencana melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengirim sampel makanan ke Balai POM Sulawesi Tenggara. Polisi turun melakukan pengecekan di lokasi, menurut detikSulsel.

Penyebab keracunan sejauh ini belum dipastikan. Dugaan yang beredar baru bersandar pada keterangan orang tua dan pihak sekolah, belum pada hasil laboratorium. Sampai tulisan ini dibuat, tidak ada pernyataan dari Badan Gizi Nasional (BGN) atau pihak SPPG yang dimuat dalam laporan-laporan tersebut.

Pertanyaan yang kini menunggu jawaban ada pada hasil uji sampel dari Balai POM: bakteri apa, bila ada, yang ditemukan di makanan, dan apakah dapur Puao boleh kembali beroperasi sebelum seluruh temuan sanitasi diperbaiki.

Artikel ini bersifat informasi dan bukan pengganti diagnosis atau saran medis. Bila anak mengalami mual, muntah, atau diare berulang setelah makan, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.