CompileDaily
AI

Walmart Luncurkan Agent Gateway, Agen AI Bisa Belanja dengan Batas Pengeluaran dari Pelanggan

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Di saat sebagian peritel menutup pintu bagi agen AI, Walmart memilih menyodorkan karpet—lengkap dengan buku tamu dan batas pengeluaran.

Walmart meluncurkan Agent Gateway pada Rabu (21/10/2026), sebuah server Model Context Protocol (MCP, standar yang memungkinkan agen AI terhubung ke layanan pihak ketiga) yang membuat agen AI terpilih dapat mencari stok dan membeli barang di Walmart atas nama pelanggan. Menurut laporan TechCrunch, cakupannya meliputi Walmart dan Sam's Club. CEO Walmart John Furner mengumumkannya dalam Masters of Scale Summit di San Francisco.

Agent Profiles: satu profil untuk setiap agen

Bersama gateway, Walmart menyiapkan fitur Agent Profiles yang dijadwalkan bergulir bulan depan. Setiap agen mendapat profil khusus di akun pelanggan, sehingga pembelian oleh agen tercatat terpisah dari pembelian pemilik akun. Profil dibuat otomatis saat agen pertama kali berbelanja lewat gateway. Pelanggan lalu menautkannya ke akun Walmart, mengatur kendali, dan dapat menghapusnya kapan saja.

Keanggotaan Walmart+ tidak diperlukan. Menurut TechCrunch, gateway juga memungkinkan pelanggan membeli merek langganan tanpa membagikan informasi pribadi atau riwayat pembelian kepada agen.

Dua pilihan kendali pengeluaran

Pelanggan dapat mewajibkan persetujuan untuk setiap transaksi, atau memberi izin awal untuk pembelian hingga batas pengeluaran yang mereka tentukan sendiri. Walmart membandingkan skema ini dengan menambahkan pengguna resmi pada kartu kredit. Besaran batas yang bisa dipasang tidak dirinci dalam laporan yang kami baca.

Ringkasan AI Weekly menyebut agen tidak bisa menyentuh informasi pembayaran maupun riwayat pembelian. Rumusan TechCrunch sedikit berbeda: agen tidak boleh mengakses informasi pembayaran dan hanya boleh mengakses data yang dibutuhkan untuk tugasnya, sedangkan soal riwayat pembelian disebut sebagai sesuatu yang tidak perlu dibagikan pelanggan. Detail persisnya masih perlu dicek pada dokumentasi resmi Walmart, yang belum kami temukan.

Aturan untuk agen, termasuk sanksi blokir

Lihat Layanan Kami

Walmart menetapkan syarat bagi agen yang terhubung. Agen tidak boleh melakukan tindakan di luar niat pembeli, dan agen yang tidak patuh akan diblokir dari situs. Proses pengembalian barang Walmart tetap berlaku meski agen tidak bertindak sesuai harapan. Dengan kata lain, Walmart tidak menjadikan kesalahan agen sebagai alasan menolak pengembalian, setidaknya menurut ringkasan TechCrunch.

Di sisi teknis, pilihan memakai MCP membuat Walmart tidak perlu membangun integrasi terpisah untuk tiap pengembang agen. Standar yang sama sudah dipakai banyak asisten AI untuk memanggil alat dan layanan eksternal, sehingga agen yang lolos persyaratan Walmart pada prinsipnya dapat mengakses katalog stok online di kedua jaringan toko lewat satu pintu.

Furner, dalam pernyataan yang dilaporkan TechCrunch tanpa kutipan langsung, mengatakan teknologi baru ini menyiapkan Walmart untuk dunia ketika agen AI menjadi arus utama.

Amazon menutup pintu, Walmart membukanya

Langkah Walmart muncul ketika Amazon dilaporkan mulai memblokir agen AI yang berbelanja untuk pengguna di situsnya. TechCrunch mengaitkannya dengan laporan September 2026 tentang agen Meta yang diblokir dari Amazon.com. Sejumlah situs perjalanan dan pemesanan juga disebut menutup akses bagi agen sepenuhnya.

Walmart sendiri sudah punya kerja sama dengan agen Muse milik Meta, serta integrasi dengan ChatGPT, Gemini, dan aplikasi AI lain. Gateway menambah jalur resmi bagi agen di luar kemitraan itu, dengan Walmart sebagai penjaga gerbangnya.

Apa yang belum terjawab

Dua hal menentukan apakah skema ini dipakai atau sekadar diumumkan: seberapa banyak agen pihak ketiga lolos seleksi, dan bagaimana batas pengeluaran bekerja ketika agen membeli banyak barang kecil dalam satu hari. Agent Profiles dijadwalkan hadir bulan depan, dan saat itulah pelanggan Walmart bisa menguji sendiri apakah izin persetujuan per transaksi terasa praktis atau justru merepotkan.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.