CompileDaily
Startup

Tenstorrent Raup $1,5 Miliar pada Valuasi $6,2 Miliar, Lebih dari Dua Kali Putaran 2024

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Intel dan Qualcomm kabarnya pernah mengajak bicara soal akuisisi, tetapi Jim Keller memilih menggalang modal dan tetap berdiri sendiri.

Tenstorrent, startup chip AI yang dipimpin CEO Jim Keller, mengumumkan pendanaan Seri E senilai $1,5 miliar pada Senin (19/10/2026) dengan valuasi pascapendanaan $6,2 miliar. Menurut The Next Web, angka itu lebih dari dua kali valuasi putaran 2024 sebesar $2,6 miliar yang dikutip dari Bloomberg, atau naik sekitar 2,4 kali.

Siapa yang Menaruh Uang

Putaran dipimpin Trace Capital dan Innovation X. Valuasi pembanding lahir dari putaran Desember 2024 yang menghimpun lebih dari $693 juta, menurut TechStartups. Investor lain meliputi ARK Invest, Fidelity Management & Research, Morgan Stanley, T. Rowe Price, Protagonist, Sandisk, Tether Investments, Cadence Ventures, Eclipse, Maverick Silicon, Virtu Financial, dan XTX Markets, di antara beberapa nama lain.

Dana akan dipakai menggelar server Galaxy dalam skala besar untuk menjalankan model berbobot terbuka, dari model bahasa hingga pembuat video. Tenstorrent juga mengembangkan rancangan AI dan CPU yang dilisensikan ke produsen chip seperti Samsung dan LG. SiliconANGLE menambahkan bahwa dana juga untuk riset RISC-V dan perekrutan global.

Satu Arsitektur untuk Semua Ukuran

Lini produknya mencakup kartu akselerator Blackhole, workstation TT-QuietBox berpendingin cair, rak server, hingga klaster superkomputer. Semuanya bertumpu pada RISC-V, set instruksi terbuka, dengan tumpukan perangkat lunak sumber terbuka seperti kompiler TT-Forge dan SDK TT-Metalium. Posisinya diarahkan sebagai alternatif bagi ekosistem CUDA milik Nvidia yang tertutup, dengan kartu Blackhole memakai memori GDDR6 dan dapat dirangkai agar kapasitas memori serta komputasinya digabung.

"We built one architecture and sell it at every size," kata Keller, kurang lebih berarti satu arsitektur dijual dalam semua ukuran. Keller, yang sebelumnya terlibat di arsitektur Zen AMD, chip awal seri A Apple, dan chip mengemudi otomatis Tesla, juga pernah berkata dalam wawancara Bloomberg Desember lalu, "You can't beat Nvidia if you use HBM". Maksudnya, memori berbandwidth tinggi memberi penantang kerugian biaya.

Tawaran Akuisisi yang Ditolak

Lihat Layanan Kami

Bloomberg, seperti dikutip The Next Web, melaporkan Tenstorrent sempat berbincang soal pengambilalihan dengan Intel dan Qualcomm pada 2026. Keller mengatakan perusahaan memilih menggalang dana ketimbang menjual diri. Pada Juni, laporan yang merujuk The Information menyebut Qualcomm berunding membeli Tenstorrent seharga $8 miliar hingga $10 miliar, tetapi tidak ada kesepakatan yang diumumkan.

Keller menyebut titik balik datang pada Mei, ketika server Galaxy menjalankan model DeepSeek dengan performa tinggi dalam sebuah demonstrasi.

Pelanggan dan Ukuran Perusahaan

Menurut SiliconANGLE, Virtu Financial memakai server Galaxy untuk agen perdagangan AI di lokasi sendiri, sementara Equinix menawarkannya ke perusahaan lewat bisnis kolokasi pusat datanya. Tenstorrent kini memiliki sekitar 1.150 karyawan dengan kantor di Santa Clara, Austin, Toronto, Belgrade, Tokyo, dan Bangalore. Perusahaan didirikan pada 2016 oleh Ljubisa Bajic, Milos Trajkovic, dan Ivan Hamer, menurut TechStartups.

Holger Mueller dari Constellation Research berkomentar, "Nvidia is not the only option anymore". George Bousis, salah satu pendiri Protagonist, menilai Tenstorrent termasuk segelintir perusahaan yang merancang chip sekaligus perangkat lunak yang berjalan di atasnya.

Taruhan pada Chip yang Terbuka

Pernyataan soal keunggulan arsitektur ini datang dari perusahaan, pendukungnya, dan seorang analis, belum dari uji independen. Masuknya investor sebesar Fidelity, Morgan Stanley, dan T. Rowe Price menunjukkan ada modal yang bersedia menguji alternatif selain Nvidia.

Pertanyaan berikutnya ada pada produksi: apakah Tenstorrent mampu mengirim Galaxy dalam jumlah yang dibutuhkan pelanggan seperti Equinix, dan apakah tawaran terbuka ala RISC-V cukup menarik bagi pengembang yang sudah terbiasa dengan CUDA?

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.