Peretas Panaskan Kulkas Ratusan Supermarket Prancis hingga 50°C, Firmware Usang Danfoss Disorot
Serangan siber biasanya mencuri data atau mengunci server. Akhir pekan lalu, sasarannya adalah lemari pendingin, dan kerugiannya diukur dalam ton makanan yang harus dibuang.
Peretas yang belum teridentifikasi mengambil alih sistem pendingin di ratusan supermarket di Prancis pada malam Minggu hingga Senin (11–12/10/2026). Suhu lemari pendingin dan pembeku dinaikkan dari jarak jauh hingga 50°C, dan menurut laporan IBTimes UK pelaku juga memicu siklus pencairan es terus-menerus. Kejaksaan Paris membuka penyelidikan atas apa yang mereka sebut serangan siber "skala besar".
Intermarché, Carrefour, hingga Coopérative U Terdampak
Jumlah toko yang terkena belum seragam antarsumber. Les Mousquetaires, pemilik Intermarché, melaporkan sekitar 150 toko kepada Reuters, sementara BFM TV menyebut sekitar 300 toko di jaringan Intermarché dan Netto. Carrefour terdampak di 80 toko, dan Monoprix di sekitar 5 persen dari 490 gerainya di Prancis.
Coopérative U, yang menaungi Super U, mencatat hampir 100 gerai terdampak. CEO Coopérative U Dominique Schelcher menyebut penyerangan terhadap peralatan pengawet makanan sebagai hal yang sangat serius dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Toko-toko yang terdampak terpaksa membuang produk segar dan beku. Kejaksaan juga akan menelusuri laporan kebakaran yang muncul setelah serangan.
Kerugian Diperkirakan Puluhan Juta Euro
CEO Intermarché Thierry Cotillard mengatakan kepada BFM TV bahwa kerugian kemungkinan mencapai puluhan juta euro, seperti dikutip Gizmodo dari laporan Reuters. Angka nasional resminya belum ditetapkan.
Dampaknya mungkin melampaui Prancis. Felix Aime, analis intelijen ancaman senior di Sekoia, menyebut organisasi di Spanyol, Portugal, Polandia, Jerman, dan Belgia tampaknya juga terkena. Klaim ini belum dikonfirmasi otoritas negara-negara tersebut.
ANSSI Temukan Celah di Perangkat Lunak Danfoss
Perdana Menteri Sébastien Lecornu menugaskan Badan Keamanan Sistem Informasi Nasional Prancis (ANSSI) untuk memeriksa insiden dan berkoordinasi dengan lembaga sejenis di Eropa. Sumber di kantor perdana menteri mengatakan kepada Reuters bahwa ANSSI menemukan celah pada perangkat lunak buatan Danfoss, perusahaan teknik asal Denmark.
Danfoss menyebut unit yang terdampak di Prancis menjalankan firmware usang. Perusahaan mengaku mengetahui insiden yang memengaruhi "sejumlah terbatas sistem manajemen pendingin", dan mengatakan sudah lama meminta pelanggan memperbarui sistem, mengganti perangkat lawas, serta tidak menghubungkannya langsung ke internet.
Celah yang Sudah Diungkap sejak Agustus
Pada 9 Agustus lalu, Team82, divisi riset Claroty, mempublikasikan temuan celah di pengendali Danfoss AK-SM 800A. Celah itu memungkinkan pelaku melewati autentikasi dan menjalankan kode dari jarak jauh. Danfoss sudah merilis firmware R4.3.1 untuk menambalnya, tapi Claroty menemukan ribuan antarmuka manajemen yang masih bisa diakses dari internet.
Penyidik belum memastikan apakah celah yang dibongkar Claroty itulah yang dipakai dalam serangan akhir pekan lalu. Laporan awal juga belum menyebut berapa banyak toko yang sudah memasang firmware terbaru sebelum serangan terjadi.
Sistem Operasional yang Terhubung Internet Kembali Jadi Sasaran
Peralatan operational technology (OT), yaitu perangkat yang mengendalikan proses fisik seperti mesin pendingin, sering dirancang tanpa pengamanan memadai ketika dihubungkan ke internet. Pola serupa pernah terjadi ketika pembangkit listrik kecil di Inggris lumpuh empat hari akibat serangan siber pada Agustus lalu.
Sektor ritel Eropa juga belum pulih dari serangan terhadap Marks & Spencer tahun lalu, yang menutup toko dan menggerus penjualan hingga £324 juta.
Hingga laporan awal terbit Senin (12/10/2026), belum ada kelompok yang mengklaim serangan ini. Yang kini ditunggu adalah hasil penyelidikan ANSSI: apakah pelaku memanfaatkan celah lama yang tak kunjung ditambal, dan berapa banyak pengendali Danfoss lain di Eropa yang masih terbuka ke internet.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.