Indonesia Raih 6 Emas di IMSO ke-23 Depok, Singapura Juara Umum dengan 18 Emas
RRI/IMSO
IMSO lahir di Jakarta pada 2004. Dua puluh dua tahun kemudian, olimpiade sains anak SD itu pulang ke Indonesia, dan tuan rumah harus puas melihat Singapura membawa pulang emas tiga kali lebih banyak.
Kontingen Indonesia meraih 6 medali emas di International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang ditutup Selasa (6/10/2026) malam di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Depok, Jawa Barat. Menurut laporan Tagar dari upacara penutupan, Singapura memimpin perolehan dengan 18 emas, disusul Vietnam dengan 11 emas, sementara Indonesia berada di urutan ketiga.
404 Murid dari 23 Negara Berlaga di Depok
IMSO ke-23 berlangsung 2-7 Oktober 2026 dan diikuti 404 murid sekolah dasar dari 23 negara. Upacara pembukaan digelar Sabtu (3/10/2026), sedangkan babak lomba berjalan dua hari, 4-5 Oktober, dalam tiga format: Teori I, Teori II, serta Eksplorasi dan Eksperimen.
Indonesia menurunkan 63 peserta yang terbagi menjadi 32 murid bidang matematika dan 31 murid bidang sains, seperti dicatat Monitorday saat pembukaan. Penyelenggaranya adalah Kemendikdasmen melalui Direktorat Sekolah Dasar, Klinik Pendidikan MIPA (KPM), dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Rincian Medali: Matematika Sumbang 4 Emas
Dari enam emas Indonesia, empat datang dari bidang matematika dan dua dari sains. Bidang matematika juga menyumbang 13 perak dan 14 perunggu, sama persis dengan jumlah perak dan perunggu di bidang sains.
Jika dijumlahkan, rinciannya menjadi 6 emas, 26 perak, dan 28 perunggu, atau 60 medali. Angka ini cocok dengan tabel klasemen yang dimuat Tagar, meski judul laporan yang sama menyebut 61 medali dengan 27 perak. Selisih satu medali perak itu belum terjelaskan.
Di puncak klasemen, Singapura mengumpulkan 18 emas dan 6 perak tanpa perunggu. Vietnam meraih 11 emas, 10 perak, dan 3 perunggu. Kedua negara sama-sama mengantongi 24 medali, jauh lebih sedikit dari Indonesia secara total, tetapi peringkat ditentukan oleh jumlah emas.
Siswa Sekolah Muhammadiyah Ikut Naik Podium
Sembilan peraih medali berasal dari sekolah Muhammadiyah, menurut rilis resmi Muhammadiyah. Empat di antaranya membawa perak sains: Ammar Syafi Asyrofi Yusa (SDIT Muhammadiyah Gunung Terang), Afiqah Rania Putri Meridianto dan Muhammad Al Fatih Idris Atmaputera (SD Muhammadiyah 4 Surabaya), serta Farla Shidqia Ghani (SD Muhammadiyah Metro Pusat, Lampung).
Lima lainnya meraih perunggu, dua di bidang sains dan tiga di matematika. Mereka berasal dari sekolah di Kudus, Condongcatur, Metro, Banjarmasin, dan Sapen. "IMSO 23 ini harus menjadi momen kebangkitan pendidikan Muhammadiyah," ujar Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik Suhardi.
Kembali ke Negara Asal setelah Kedah 2025
Olimpiade ini pertama kali digelar di Jakarta pada 2004. Edisi sebelumnya, IMSO ke-22, berlangsung di Kedah, Malaysia, pada 2025. Ketua IMSO, Raden Ridwan Hasan Saputra, menyebut edisi Depok punya bobot tersendiri. "Kompetisi tahun ini memiliki makna historis dan emosional yang mendalam," katanya saat pembukaan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengaitkan acara ini dengan tema "Where Young Minds Meet, Discover, Compete, and Inspire". Menurutnya, IMSO diharapkan tidak sekadar menjadi arena bertanding bagi para peserta.
Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Lagi
Didik Suhardi yang juga menjabat Staf Khusus Mendikdasmen membuka peluang IMSO kembali ke Indonesia. "Jika tidak ada negara yang bersedia menjadi tuan rumah, kami akan sangat senang apabila IMSO diselenggarakan di Indonesia," ujarnya.
Bagi pelajar yang ingin mencoba kompetisi serupa di tingkat nasional, CompileDaily sebelumnya mengulas kompetisi desain PCB MARVEL 2026 untuk pelajar dan mahasiswa.
Laporan-laporan dari Depok belum menyebut siapa tuan rumah IMSO ke-24. Pertanyaan yang lebih dekat, apakah empat emas matematika tahun ini bisa menjadi pijakan bagi Indonesia untuk menutup jarak dengan Singapura dan Vietnam, atau dominasi kedua negara itu masih akan berlanjut.
Komentar (0)
Masuk untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.