CompileDaily
Teknologi

DTIIF 2026 Dibuka 26 Oktober di Fairmont Jakarta, Danantara Targetkan 1.500 Peserta

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Dua peraih Nobel Ekonomi dan lebih dari seratus CEO teknologi dijadwalkan berkumpul di satu hotel di Jakarta selama tiga hari — tetapi ukuran sukses forum ini, kata panitianya sendiri, baru terlihat setelah acara selesai.

Danantara Indonesia akan menggelar Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta, mulai Senin pekan depan. Menurut siaran pers resmi Danantara yang terbit Rabu (14/10/2026), ini edisi perdana forum tersebut, dengan target lebih dari 1.500 peserta.

Siapa yang Diundang

Danantara menargetkan 170 inovator global, 131 CEO perusahaan teknologi global, 67 pusat riset dan inovasi, serta lebih dari 50 badan usaha milik negara (BUMN). Menurut InvestorTrust, tujuannya menghubungkan industri strategis Indonesia dengan inovator, investor, dan pengembang teknologi global agar investasi dan industrialisasi inovasi bergerak lebih cepat. Temanya "Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth".

Rincian pembicara muncul lewat laporan detikNews pada Rabu (21/10/2026). Daftarnya mencakup dua peraih Nobel Ekonomi, Peter Howitt dan Thomas J. Sargent, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. Pimpinan Google, Microsoft, Airbus, IBM, dan AWS, juga perwakilan Telkom, Pertamina, GoTo, dan KADIN, disebut ikut hadir. Siaran pers Danantara sendiri baru menyebut peraih Nobel, pejabat pemerintah, serta Google dan Microsoft, dan menyatakan pembicara tambahan akan diumumkan kemudian.

Tiga Hari, Tiga Tema

Hari pertama bertema Strategic Outlook and Global Partnership, membahas arah strategis dan kemitraan global. Hari kedua, Technology, Innovation, and Investment Collaboration, menghubungkan teknologi dengan kebutuhan industri dan modal. Hari ketiga, Youth, Inclusion, and Sustainable Future, berfokus pada ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Programnya meliputi sesi C-Suite, kuliah peraih Nobel, pameran sektor, presentasi proyek (pitching), pertemuan bisnis terstruktur (business matching), dan pertemuan bilateral terbatas. Enam sektor menjadi fokus: energi; pertanian, pangan, dan kesehatan; material canggih dan semikonduktor; transportasi dan infrastruktur; keuangan dan perbankan; serta kecerdasan buatan, infrastruktur digital, dan telekomunikasi.

Lihat Layanan Kami

Pendaftaran Disaring Panitia

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, menyebut Indonesia sedang memasuki fase penting transformasi teknologi dan industri. Dalam siaran pers berbahasa Inggris, ia menyatakan "DTIIF's true metric of success is what gets built afterward."

Menurut detikNews, forum ini terbuka untuk publik, tetapi pendaftar lebih dulu ditinjau panitia dan hanya yang lolos yang boleh hadir. Peserta yang lolos, menurut detikNews, mendapat akses ke proyek prioritas dan pertemuan dengan para pengambil keputusan di ekosistem Danantara. Pendaftaran dilakukan lewat dtiifapp.danantaraindonesia.com/participant/register. Biaya partisipasi tidak disebutkan di sumber mana pun yang kami baca. Halaman pengumuman di situs Danantara juga belum memuat aturan pendaftaran, daftar pembicara, maupun jadwal sesi, hanya imbauan untuk menunggu pembaruan.

Kemitraan Diminta Punya Rencana Aksi

Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara, Ricardo Irwan Rei, menurut detikNews menekankan bahwa setiap kemitraan yang disepakati harus disertai rencana aksi yang jelas. Penekanan itu sejalan dengan pernyataan Sigit soal hasil nyata pasca-acara.

Menurut laporan InvestorTrust atas pernyataan yang sama, forum ini dirancang menghubungkan keahlian ilmiah dengan modal jangka panjang dan eksekusi, agar terobosan teknologi menjadi kapasitas industri yang nyata. Bagi pembaca yang berminat, informasi lanjutan tersedia di dtiif.danantaraindonesia.com dan akun Instagram @danantara.indonesia, yang dicantumkan dalam siaran pers.

Yang akan diuji berikutnya bukan jumlah CEO di ruangan, melainkan apakah kesepakatan yang lahir dari pertemuan Fairmont benar-benar berubah menjadi proyek yang berjalan, dan apakah Danantara akan membuka angka hasilnya setelah 28 Oktober.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan dan iklan yang relevan. Baca Kebijakan Privasi kami.