CompileDaily
K-drama

Doctor X Naik ke Rating Nasional 18,5% di Episode 4, Puncaknya Tembus 20,8% di SBS

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Di Korea Selatan, angka 20 persen adalah garis yang memisahkan drama populer dari drama fenomenal. Doctor X baru saja menyentuhnya pada episode keempat, sementara di luar layar perdebatan soal akurasi medis ikut memanas.

Drama medis SBS "Doctor X: Mafia in White" mencatat rating rata-rata nasional 18,5 persen pada episode keempat yang tayang Sabtu (17/10/2026), dengan puncak 20,8 persen, menurut data Nielsen Korea yang dikutip Sports Kyunghyang. Di wilayah metropolitan Seoul angkanya 18,4 persen. Episode itu menempati peringkat pertama di jam tayangnya dan memimpin daftar miniseri Sabtu maupun miniseri mingguan.

Tujuh Poin Lebih Tinggi dari Episode Perdana

Serial yang dibintangi Kim Ji-won ini membuka dengan 11,4 persen pada episode perdana, lalu naik menjadi 15,1 persen di episode ketiga, seperti ditulis dalam laporan CompileDaily sebelumnya. Angka nasional episode keempat berarti naik 3,4 poin persentase dari episode ketiga dan 7,1 poin dari episode pertama (18,5 dikurangi 11,4).

Satu catatan: Liputan6 membandingkan puncak 20,8 persen dengan 15,1 persen sehingga menyebut kenaikan 5,7 poin. Dua angka itu berbeda ukuran, satu puncak dan satu rata-rata nasional, jadi artikel ini memakai perbandingan nasional ke nasional.

Pada kelompok penonton usia 20–49 tahun, Mediafine Global mencatat rata-rata 5,9 persen dengan puncak 6,56 persen.

Jang Seung-jo Jadi Pusat Cerita Episode Keempat

Sports Kyunghyang menyoroti penampilan Jang Seung-jo sebagai Na Dae-il, profesor bedah baru di rumah sakit tempat Gye Su-jeong, karakter Kim Ji-won, bekerja. Setelah menangani pasien yang jatuh dari lokasi konstruksi bersama Gye, Na mulai tertarik pada kemampuan operasinya dan mencari rekaman operasi sang dokter.

Lihat Layanan Kami

Cerita kemudian bergerak ke Kwon Chung-hyeon, karyawan perusahaan farmasi yang dirawat karena kolesistitis atau radang kantong empedu. Kondisinya memburuk dan Gye melakukan operasi terbuka darurat. Di hati pasien itu ia menemukan pola "D.N" yang mengarah ke inisial Na Dae-il, dan pertanyaan tentang sisi gelap sang profesor pun muncul. Media Korea itu memuji Jang karena mampu memperlihatkan sikap ramah sekaligus dingin dalam satu karakter.

Dari pihak produksi, CEO Studio S Hong Sung Chang menyampaikan, seperti dikutip Liputan6, "Kami berterima kasih atas dukungan antusias yang diberikan kepada 'Doctor X: Mafia in White'."

Popularitas Datang Bersama Kritik Akurasi Medis

Sehari setelah siaran, Sports Kyunghyang menulis bahwa kontroversi yang disebut eok-kka, yaitu kritik yang dinilai berlebihan, mengiringi naiknya rating. Pokok perdebatannya adalah akurasi medis dan cara drama menggambarkan tenaga kesehatan. Seorang netizen yang mengaku dokter bedah ortopedi mengajukan permintaan peninjauan siaran ke Komisi Standar Penyiaran dan Komunikasi. Sebagian penonton menilai kritik itu menerapkan standar terlalu ketat untuk dramatisasi hiburan. Artikel tersebut tidak memuat pernyataan resmi SBS ataupun tim produksi.

Kritik akurasi medis bukan hal baru bagi serial ini. Konsultan medisnya sebelumnya mengaku timnya "kalah debat" dengan produksi, sementara rating perdananya yang 11,4 persen tercatat sebagai debut miniseri tertinggi 2026.

Versi Jepangnya Tujuh Musim di Atas 20 Persen

Doctor X adalah adaptasi Korea dari serial Jepang Doctor-X ~Surgeon Daimon Michiko~. Menurut Sports Kyunghyang, versi Jepang itu tayang tujuh musim dari 2012 sampai 2021 dan setiap musimnya menembus 20 persen, sekaligus ikut dikritik soal ketelitian medisnya. Angka itu kini menjadi pembanding tak terhindarkan bagi versi Korea.

Serial ini terdiri dari 12 episode dan, menurut Mediafine Global, tayang Jumat dan Sabtu di SBS. Jika jadwal itu berlanjut, episode kelima hadir Jumat (23/10/2026). Yang ditunggu penonton adalah apakah rata-rata nasional, bukan hanya puncak, ikut melewati 20 persen, dan apakah teka-teki inisial "D.N" dijawab sebelum perdebatan soal akurasi medis mengambil alih pembicaraan.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.