CompileDaily
Teknologi

ALLPrint Indonesia 2026 Hadirkan 400 Peserta di JIExpo, Transaksi Dibidik Tembus Rp100 Miliar

Admin CompileDaily ·
Bagikan WhatsApp X Facebook Threads

Pameran yang lahir pada 1995 dengan nama Print Paper Pack kini lebih banyak bicara soal kemasan, label, dan tekstil digital ketimbang mesin cetak kertas. Pergeseran itu terlihat jelas di edisi ke-27 tahun ini.

Pameran teknologi percetakan dan grafika ALLPrint Indonesia 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (7/10/2026) dan berlangsung empat hari hingga Sabtu (10/10/2026). Menurut laporan detikcom, penyelenggara Krista Exhibitions menghadirkan sekitar 400 peserta pameran, termasuk 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Peserta dari Lebih dari 10 Negara

Para peserta datang dari Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan. Pengunjung bisa melihat demonstrasi mesin cetak modern, peralatan presisi, bahan baku, hingga solusi digital yang terintegrasi.

ALLPrint tidak berdiri sendiri. Di lokasi yang sama digelar Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia, sehingga cakupannya melebar dari percetakan komersial ke papan reklame, kardus bergelombang, sampai label produk.

Target 60.000 Pengunjung, Jumlah Peserta Menyusut

Dikutip dari Sinar Harapan, penyelenggara memproyeksikan nilai transaksi lebih dari Rp100 miliar, terutama dari penjualan mesin, peralatan, bahan, dan perlengkapan industri. Harga mesin yang dipamerkan berkisar Rp50 juta hingga Rp500 juta, dan pesanan lanjutan setelah pameran disebut bisa menambah angka itu.

Target pengunjung tahun ini sekitar 60.000 orang, sama dengan target 2025. Jumlah peserta justru turun dari 500 peserta asal 20 negara pada 2025 menjadi sekitar 400 peserta tahun ini. Pada 2024, pameran ini sempat diikuti 1.500 perusahaan dari 30 negara.

Kemasan dan Tekstil Jadi Penggerak

Data yang dipaparkan di Sinar Harapan memperkirakan industri percetakan nasional tumbuh 3,39 persen pada 2026. Penjualan kemasan dan label dilaporkan naik hingga 20 persen, sedangkan pencetakan tekstil sekitar 15 persen, didorong penetrasi e-commerce dan bangkitnya UMKM.

Lihat Layanan Kami

Nilai pasar percetakan Indonesia tercatat $216 juta pada 2025 dan diproyeksikan mencapai $288 juta pada 2032. Angka-angka ini disampaikan dalam konteks pameran dan belum disertai rincian lembaga penyusunnya.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menilai teknologi kini mengubah cara perusahaan percetakan berproduksi dan memenuhi permintaan pasar. "Perkembangan teknologi membawa perubahan pada cara industri percetakan menjalankan proses produksi," ujarnya, seperti dikutip Jawa Pos.

Seminar dari Single Pass hingga Sertifikasi Halal

Rangkaian seminar tahun ini banyak membahas arah teknologi beberapa tahun ke depan. Salah satunya bertajuk "Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing", ada pula "The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions".

Forum lain membahas tren teknologi single pass, yakni pencetakan digital dalam satu kali lintasan kepala cetak, serta produktivitas cetak fleksografi. Untuk sektor kemasan, topiknya meliputi keamanan pangan, proofing dibanding mock-up proof, dan sertifikasi halal.

Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) menggelar musyawarah nasional bertema pengadaan barang dan jasa secara digital. Kementerian Ekonomi Kreatif mengisi seminar "Jadi ZINE!", sementara Universitas Trisakti membuka Creative Lino Stamp Workshop.

Peran bagi Ekonomi Kreatif

Ketua Umum PPGI, Achmad Mughira Nurhani, menegaskan percetakan tetap punya posisi penting bagi industri nasional dan ekonomi kreatif. "Industri percetakan tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan proses produksi," katanya.

Perwakilan Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Sukendi, berharap pameran ini menjadi ruang kolaborasi. "Kami berharap ALLPrint Indonesia tidak hanya menjadi ajang pameran," ujarnya. Program business matching dan hosted buyer disiapkan untuk mempertemukan peserta dengan calon pembeli.

JIExpo sebelumnya juga menjadi tuan rumah INTI 2026 yang menargetkan 30.000 pembeli. Yang akan terlihat setelah pameran ditutup Sabtu nanti adalah apakah target transaksi Rp100 miliar tercapai dengan jumlah peserta yang lebih ramping dari tahun lalu.

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar.

Kami memakai cookie untuk analisis kunjungan. Baca Kebijakan Privasi kami.